Minggu, 12 November 2017

Mnj/ 5 Komunikasi Bisnis Kelompok 1 "memahami Komunikasi Bisnis"


I.                   Memahami Komunikasi Bisnis

A.    Pengertian Komunikasi Bisnis

komunikasi merupakan faktor yang sangat penting bagi pencapaian tujuan suatu organisasi. Seorang pimpinan memerintahkan bawahannya untuk membuat surat pesanan barang, menjawab atau membuat surat aduan, membuat surat edaran umum, membuat surat kontrak kerjasama, membuat surat balasan / tanggapan, dan sejenisnya merupakan hal yang rutin dalam dunia bisnis.

komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi, baik komunikasi verbal maupun nonverbal.

B.     Bentuk Dasar Komunikasi

Pada dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang lazim digunakan dalam praktek dunia bisnis maupun nonbisnis yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Masing-masing bentuk komunikasi tersebut dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

1.      Komunikasi Verbal (Verbal Communications)

Komunikasi verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) maupun lisan (oral). Dalam dunia bisnis, beberapa contoh komunikasi verbal antara lain penyampaian pesan melalui surat, memo, teknologi komunikasi modern, rapat pimpinan, briefing kepada karyawan, wawancara kerja, dan presentasi. Penyampaian pesan lewat tulisan maupun lisan tentu memiliki suatu harapan bahwa seseorang akan dapat membaca atau mendengar apa yang akan dikatakan.















2.      Komunikasi NonVerbal

Bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi bisnis adalah komunikasi nonverbal. Menurut teori antropology sebelum manusia menggunakan kata-kata, mereka telah menggunakan gerakan-gerakan tubuh, bahasa isyarat (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku yang ditunjukkan dengan komunikasi nonverbal:

·         Seseorang yang membuang muka (istilah Jawanya mlengos) untuk menunjukkan suatu sikap rasa tidak senang terhadap orang lain.

·         Seseorang yang menggelengkan kepala untuk menunjukkan suatu sikap menolak atau ketidaksetujuan terhadap sesuatu.

·         Seseorang yang menganggukkan kepala sebagai tanda setuju atau OK.

Ada beberapa jenis komunikasi nonverbal lainnya seperti arti suatu warna dan gerak-isyarat tertentu, yang akan bervariasi dari suatu waktu ke waktu. Warna gelap seperti hitam mempunyai makna kedukaan atau kesusahan. Coba Anda perhatikan pada saat terjadinya musibah kematian seseorang (layatan), maka kebanyakan dari mereka mengenakan pakaian warna gelap (hitam). Lain halnya dengan warna-warna cerah yang banyak dikenakan pada saat-saat berlangsungnya suatu pesta. Itulah sebabnya maka warna juga termasuk kedalam salah satu bentuk komunikasi nonverbal.

C.     Proses Komunikasi

Menurut Courtland  L. Bovee dan John V.Thill ada lima tahapan dalam proses komunikasi, antara lain:

Ø  Tahap Pertama : Pengirim Mempunyai Suatu Ide

Ide dapat diperoleh dari berbagai sumber yang terbentang luas dihadapan kita. Dunia ini penuh dengan berbagai macam informasi baik yang dapat di lihat, didengar, dicium maupun hal-hal yang dapat diraba. Ide-ide yang ada dalam benak pikiran kita, kemudian disaring dan disusun kedalam mental yang ada dalam jaringan otak kita yang menggambarkan persepsi kita terhadap kenyataan.

Ø  Tahap Kedua : Mengubah Ide Menjadi Suatu Pesan

Dalam suatu proses komunikasi, tidak semua ide-ide dapat diterima, maupun dimengerti dengan sempurna. Ide yang ada dalam benak pikiran Anda, kemudian diubah kedalam bentuk kata-kata, yang selanjutnya dipindahkan kepada orang lain.

Ø  Tahap Ketiga : Pemindahan Pesan

Setelah pengubahan ide-ide kedalam suatu pesan, maka tahap berikutnya adalah memindahkan atau menyampaikan pesan melalui berbagai saluran yang ada kepada si penerima pesan. Didalam menyampaikan suatu pesan, adakalanya saluran komunikasi yang digunakan relatif pendek, namun ada juga yang melalui saluran komunikasi yang cukup panjang. Panjang-pendeknya saluran komunikasi yang digunakan akan berpengaruh terhadap efektifitas penyampaian pesan.

Ø  Tahap Keempat: Penerima Menerima Suatu Pesan

Komunikasi antara seseorang dengan orang lain akan terjadi, bila pengirim mengirimkan suatu pesan dan penerima menerima suatu pesan. Jika seseorang mengirim sepucuk surat, maka penerima surat harus membacanya terlebih dahulu sebelum dia dapat memahami isi surat tersebut.

Ø  Tahap Kelima : Penerima Memberi Tanggapan dan Umpanbalik ke Pengirim

Umpan balik (feedback) adalah penghubung akhir dalam suatu mata rantai komunikasi. Ia merupakan tanggapan penerima pesan yang memberikan kesempatan bagi pengirim untuk menilai efektifitas suatu pesan.

Setelah menerima pesan, penerima akan memberi tanggapan dengan suatu cara tertentu dan memberi sinyal terhadap pengirim pesan. Sinyal yang diberikan oleh penerima pesan dapat saja berbentuk suatu senyuman, memberi komentar sekilas (singkat), anggukan sebagai pembenaran, atau memberi pesan secara tertulis.







D.    Munculnya Kesalahpahaman Komunikasi

Faktor-faktor penghambat komunikasi antara lain :

·         Masalah Dalam Mengembangkan Pesan

Sumber masalah potensial dalam mengembangkan suatu pesan adalah dalam memformulasikan suatu pesan. Masalah dalam mengembangkan suatu pesan dapat mencakup antara lain munculnya keragu-raguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang ada atau penerima, adanya pertentangan emosional, atau kesulitan dalam mengekspresikan ide atau gagasan.

·         Masalah dalam Menyampaikan Pesan

Komunikasi dapat juga terganggu karena munculnya masalah dalam mendapatkan pesan dari pengirim ke penerima. Masalah dalam penyampaian pesan yang paling jelas adalah faktor phisik, misalnya sambungan kabel yang jelek, akustik yang lemah, dan tindasan yang tak terbaca. Meskipun gangguan-gangguan tersebut nampaknya sepele, namun mereka dapat memblok atau mengganggu suatu pesan.

·         Masalah Dalam Menerima Pesan

Sebagaimana halnya dengan penyampaian pesan, menerima pesanpun juga tak luput dari adanya suatu masalah. Masalah yang muncul dalam penerimaan suatu pesan antara lain adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yang tidak nyaman, lampu yang kurang terang, dan kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi penerima. Sebagai contoh, pada saat Anda sedang mengikuti kuliah di kelas, tiba-tiba terdengar teriakan histeris dari orang-orang yang sedang panik yang terkurung dalam suatu gedung yang sedang terbakar yang kebetulan berdekatan dengan tempat kuliah Anda.















·         Masalah Dalam Menafsirkan Pesan

Meskipun suatu pesan mungkin hilang selama proses penyampaian pesan terjadi, namun masalah terbesar adalah pada mata rantai terakhir, dimana suatu pesan ditafsirkan oleh penerima pesan. Perbedaan latar belakang, perbendaharaan bahasa, dan pernyataan emosional, dapat menimbulkan munculnya kesalahpahaman antara pemberi dan penerima pesan.  Sebagai contoh sederhana apabila Anda sedang berbicara dengan seseorang yang berasal dari daerah yang berbeda latar belakang budayanya.



E.     Bagaimana Memperbaiki Komunikasi

Bagaimana mengatasi berbagai hambatan dalam komunikasi? Untuk dapat mengatasi berbagai rintangan dalam komunikasi, maka perlu diperhatikan tiga hal sebagai berikut:

1.      Membuat suatu pesan secara lebih berhati-hati.

Langkah pertama yang perlu anda perhatikan dalam berkomunikasi adalah anda perhatikan apa yang menjadi maksud dan tujuan berkomunikasi dan audience anda. Katakan apa yang dikehendaki oleh audience anda, gunakan bahasa yang jelas, sederhana, mudah dipahami, tidak bertele-tele, jelaskan point-point yang penting, dan jangan lupa tekankan dan telaah ulang point-point yang penting.

2.      Minimisasi gangguan dalam proses komunikasi.

Melalui pemilihan saluran komunikasi secara berhati-hati, anda akan dapat membantu audience anda untuk dapat memperhatikan apa pesan yang anda sampaikan. Kalau suatu pesan disampaikan secara lisan, maka perlu diperhatikan bagaimana lokasi atau tempat penyampaian pesan yang nyaman, tenang, akustik/sound system yang baik, tempat duduk yang teratur, rapi, nyaman, ruangan yang sejuk, dan sebagainya.













3.      Mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan.

Agar pemberian umpan balik (feedback) tersebut memberikan suatu manfaat yang cukup berarti, maka Anda harus dapat merencanakan bagaimana dan kapan suatu pesan yang disampaikan kepada penerima. Kalau Anda menghendaki umpan balik secara cepat, maka Anda dapat memilih sarana komunikasi yang cepat baik melalui tatap muka ataupun melalui telepon. Kalau menurut Anda, umpan balik kurang begitu penting, maka Anda dapat menggunakan sarana lewat tulisan (surat) dalam penyampaian suatu pesan.



II.                Memahami Komunikasi Antarpribadi

A.    Pengertian Komunikasi Antarpribadi

Komunikasi antarpribadi (Interpersonal Communications) merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan dua orang atau lebih dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kedua belah pihak dan cenderung lebih flexible (luwes) dan informal.

B.     Tujuan Komunikasi Antarpribadi

Ø  Menyampaikan informasi

Ø  Berbagi pengalaman

Ø  Menumbuhkan simpati

Ø  Melakukan kerjasama

Ø  Menceritakan kekecewaan atau kesalahan

Ø  Menumbuhkan motivasi

C.     Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan suatu cara bagaimana seseorang pemimpin mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi dan mengendalikan bawahannya dengan cara tertentu sehingga bawahannya dapat menyelesaikan tugas pekerjaanya secara efektif dan efisien.











Empat Gaya Kepemimpinan :

1)       Pengarahan

Gaya kepemimpinan pengarahan (directing) tepat digunakan pada situasi dan kondisi dimana karyawan belum memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan tugasnya

2)       Pembekalan

Gaya kepempinan pembekalan (coaching) tepat digunakan pada situasi dan kondisi dimana karyawan telah memiliki pengalaman yang cukup dalam menyelesaikan tugasnya dan motivasi untuk menyelesaikan tugasnya masih tinggi.

3)       Dukungan

Gaya kepemimpinan dukungan (supporting) tepat digunakan pada situasi kondisi karyawan telah menyenal teknik-teknik yang di runtut dan telah mengembangkan hubungan yang baik dengan seorang manager.

4)       Pendelegasian

Gaya kepemimpinan pendelegasian (delegating) tepat digunakan pada situasi kondisi dimana karyawan telah memahami dengan baik tugas pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga layak mendapat pendelegasian dari manager.



·         Gaya Kepempinan Situasional

Gaya kepempinan situasional adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang manager yang dapat berubah seiring perubahan dinamika yang berkembang dalam diri karyawan.

Kemampuan yang harus diterapkan pada gaya kepemimpinan situasional adalah:

v Keterampilan Analitis

v  Keterampilan Fleksibilitas

v  Keterampilan Komunikasi









·         Kepemimpinan Inti

Menurut Hellriegel dan Slocum, seorang manager yang dinamis harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

v  Pemberdayaan

v  Intuisi

v  Pemahaman Diri

v  Visi

v  Kesesuaian Nilai



D.    Kebutuhan Manusia

Teori Hierarki Kebutuhan

Abraham Maslow yang dikenal dengan teori hierarki/jenjang kebutuhan menyatakan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan yaitu:

1)       Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Merupakan kebutuhan tingkat pertama dan utama bagi kelangsungan mislanya makan, minum, pakaian, perumahan.

2)       Kebutuhan Keamanan (Safety Needs)

Setelah kebutuhan dasar manusia terpenuhi, maka manusia berupaya memenuhi tingkat kebutuhan diatasnya yaitu kebutuhan akan rasa aman dan nyaman, selamat dari marabahaya dan lain-lain.

3)       Kebutuhan Sosial (Social Needs)

Pada dasarnya kebutuhan social berkaitan dengan kegiatan kemasyarakatan, bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain dalam suatu kegiatan masyarakat.

4)       Kebutuhan Status (Status Needs)

Kebutuhan manusia akan status berkaitan dengan pengakuan, penghargaan dan tingkatan social di masyarakat. Manusia  ingin di akui, dihargai dan dinilai segala kegiatannya didalam masyarakat.













5)       Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-actualizations Needs)

Kebutuhan aktualisasi diri merupakan tingkatan kebutuhan tertinggi menurut Abraham Maslow, dalam hal ini bagaimana seseorang mampu mengkatualisasikan dirinya dalam berbagai kegiatan yang menumbuhkan kreativitas, inovasi-inovasu baru maupun menujukan sifat kearifan dan kebijaksanaan



·         Teori Dua-Faktor

Menurut Frederick Herzberg, teori dua-faktor/motivasi kesehatan merupakan pengembangan dari teori hierarki Abraham Maslow, yaitu factor ketidakpuasan (dissatisfiers factor) dan factor kesehatan.



E.     Mendengarkan sebagai Keahlian Antarpribadi

Kebiasaaan sebagai pendengar yang efektis memiliki dampak positif antara lain:

1.      Pendengar yang baik akan disukai oleh orang lain Karena mereka      memuaskan kebutuhan dasar manusia yaitu ingin didengarkan.

2.      Kinerja/prestasi karyawan meningkat ketika pesan yang diterima tersebut dapat di mengerti dengan baik.

3.        Umpan balik (feedback) yang akurat dari bawahan berdampak positif pada prestasi kerja

4.        Manajer dan karyawan terhindar dari miscommunication

5.        Pendengar yang baik akan dapat memisahkan mana gossip mana fakta

6.        Pendengar yang baik cenderung terbuka dengan ide-ide baru dari pihak lain sehingga mendorong perkembangan kreatifitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar